Estimasi waktu baca: 6 menit
Key Takeaways
- Lensa telefoto memberi reach lebih jauh, kompresi perspektif, dan bokeh yang kuat.
- Pilih prime untuk kualitas dan bokeh; pilih zoom untuk fleksibilitas di lapangan.
- Perhatikan focal length, bukaan, stabilisasi, dan berat sebelum membeli.
Pendahuluan singkat
Lensa telefoto adalah lensa dengan panjang fokus yang lebih panjang daripada lensa standar, biasanya dimulai dari 70mm ke atas. Dengan lensa ini kamu bisa memotret subjek dari jarak jauh tanpa mendekat dan tetap mendapatkan detail tajam.
Istilah yang sering dipakai termasuk lensa telefoto, tele lens, atau telephoto. Untuk panduan memilih lensa, lihat referensi ini: Panduan memilih lensa kamera.
Lensa telefoto memungkinkan kamu mengambil foto yang aman dan etis dari jarak jauh—penting untuk satwa liar dan olahraga.
Sumber: Wikipedia — Lensa telefoto
Sumber: Canon Asia — Lens basics: Telephoto lenses
Sumber: Kumparan — Pengertian lensa tele
Kenapa lensa telefoto penting?
Lensa telefoto berguna ketika subjek sulit didekati, misal satwa liar, aksi olahraga, atau candid di jarak jauh. Selain itu ia menghasilkan depth of field yang dangkal sehingga latar belakang menjadi blur (bokeh) dan subjek tampak menonjol.
Efek kompresi membuat objek latar terlihat lebih dekat satu sama lain, memberikan tampilan rapi dan profesional. Contoh praktis: 85mm untuk potret, 400mm untuk foto burung.
Jenis-jenis lensa telefoto
Secara garis besar ada dua keluarga: lensa telefoto primer (prime) dan tele lens zoom. Keduanya punya kelebihan dan kompromi masing-masing.
Untuk penjelasan dasar lensa, referensi berguna: Apa yang dimaksud dengan lensa.
Lensa Telefoto Primer (Prime)
Prime memiliki panjang fokus tetap, misalnya 85mm, 135mm, atau 300mm. Mereka biasanya menawarkan kualitas optik superior dan bukaan besar (f/1.2–f/2.8), sehingga cocok untuk low light dan bokeh lembut.
Prime cocok untuk potret profesional, produk, dan aksi cepat yang butuh respons cepat dari lensa. Kekurangannya: kamu harus bergerak untuk mengubah framing.
Contoh model populer: Canon RF85mm f/1.2L USM, Canon RF135mm f/1.8L IS USM, Nikon 300mm f/2.8.
Kenapa prime sering dipilih? Karena kualitas gambar dan bokeh yang superior—tapi tidak sefleksibel zoom.
Sumber: Canon Asia — Telephoto lenses
Tele Lens (Zoom)
Istilah “tele lens” sering melingkupi semua lensa tele, baik prime maupun zoom. Lensa tele zoom umum seperti 70–200mm atau 100–400mm memberi kebebasan mengubah framing tanpa ganti lensa.
Kelebihan: fleksibel untuk acara dinamis seperti olahraga atau wedding. Kekurangan: lebih berat, aperture maksimum sering lebih kecil, dan kualitas di ujung zoom kadang menurun.
Kalau sering pindah jarak ke subjek, pilih tele zoom (contoh 70–200mm). Untuk potret dengan bokeh tebal, pilih prime 85mm atau 135mm.
Kegunaan lensa telefoto menurut genre
Fotografi satwa liar (Wildlife)
Satwa liar sensitif terhadap kehadiran manusia. Lensa telefoto 300mm ke atas membantu menangkap detail tanpa mengganggu. Pilihan populer: 300mm, 400mm, 500mm, atau lebih.
Contoh: elang terbang — gunakan 400–600mm, shutter cepat, dan tracking AF untuk mempertahankan fokus.
Sumber: Plaza Kamera — Lensa telephoto
Fotografi olahraga
Fotografer sering berada jauh dari aksi. Lensa 200–600mm membantu menjangkau. Autofocus cepat dan aperture lebar berguna untuk membekukan gerak dan menjaga subjek tajam.
Contoh: lomba balap — gunakan 100–400mm atau 200–600mm, mode burst, dan AF-C/AI Servo untuk tracking.
Sumber: Polri Kepri — Lensa tele
Fotografi potret
Lensa telefoto medium (85–135mm) ideal untuk potret: perspektif natural, kompresi flattering, dan bokeh halus yang memisahkan subjek dari latar.
Contoh: foto pernikahan outdoor — 85mm f/1.8 untuk candid dan close-up dengan latar blur.
Sumber: Canon Asia — Lens basics
Faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih lensa telefoto
Beberapa faktor penting agar lensa yang dipilih sesuai kebutuhan:
1. Jarak fokus dan panjang fokus
Panjang fokus menentukan seberapa “dekat” objek terlihat. Pilih berdasarkan genre: 85mm untuk potret, 70–200mm untuk serba guna, 300–600mm untuk wildlife/olahraga jauh.
2. Bukaan lensa (f-stop)
Bukaan kecil (angka f kecil) berarti lebih banyak cahaya dan bokeh lebih tebal. Zoom f/2.8 banyak dicari untuk event dan olahraga, tapi biasanya lebih mahal dan berat.
3. Stabilisasi dan fitur tambahan
Image stabilization (IS/VR/OS) membantu mengurangi blur pada focal panjang. Weather-sealing, AF cepat, dan kompatibilitas teleconverter juga penting.
Jangan cuma tergoda angka focal length besar. Periksa juga berat, stabilisasi, dan kemampuan AF—apalagi kalau sering motret handheld.
Sumber: Wikipedia — Lensa telefoto
Lensa telefoto favorit tahun 2025
Beberapa lensa yang menonjol di 2025 karena kombinasi AF cepat, stabilisasi, dan performa optik:
- Canon RF100-300mm f/2.8L IS USM — fleksibel, f/2.8 sepanjang rentang.
- Sony FE 70-200mm f/2.8 GM OSS II — lebih ringan, AF sangat cepat, bokeh halus.
- Nikon Z 400mm f/2.8 TC VR S — super-tele dengan teleconverter built-in.
- Sigma 150-600mm f/5-6.3 DG DN OS ‘Sports’ — jangkauan panjang dengan harga terjangkau.
Rekomendasi didasarkan pada testimoni fotografer dan review pasar: kecepatan AF, stabilisasi canggih, dan kualitas bukaan besar membuat lensa-lensa ini cocok untuk pekerjaan profesional.
Tren teknologi lensa telefoto di 2025
Poin penting yang terlihat di pasar:
- Material lebih ringan (komposit) untuk mengurangi berat.
- Stabilisasi yang mencapai 5–6 stop sehingga lebih handal handheld.
- Zoom dengan bukaan besar semakin hadir.
- Motor AF semakin cepat dan senyap, penting untuk satwa dan event.
- Teleconverter built-in pada beberapa model super-tele.
Ringkasnya: bahan ringan + IS canggih = lebih sedikit kebutuhan tripod dan mobilitas lapangan yang lebih tinggi.
Checklist cepat sebelum membeli
- Tentukan genre utama: wildlife, olahraga, potret, atau campuran.
- Pilih focal length sesuai kebutuhan (85mm / 70–200mm / 300–600mm).
- Periksa bukaan maksimum (f/2.8 untuk low light; f/4 atau f/5.6 untuk budget lebih ramah).
- Cari IS/VR/OS yang baik jika sering handheld.
- Periksa berat dan panjang—apakah perlu monopod/tripod?
- Pastikan mount dan kompatibilitas teleconverter bila diperlukan.
Kesimpulan
Lensa telefoto adalah alat penting bagi fotografer yang butuh reach lebih tanpa mendekat ke subjek. Pilihan antara prime dan zoom bergantung pada kebutuhan: prime untuk kualitas dan bokeh, zoom untuk fleksibilitas di lapangan.
Pertimbangkan focal length, bukaan, stabilisasi, dan berat sebelum membeli. Tren 2025 membuat lensa telefoto semakin ramah pengguna karena bobot turun dan stabilisasi meningkat.
FAQ
Prime vs Zoom — mana yang lebih baik untuk pemula?
Untuk pemula yang butuh fleksibilitas, zoom (mis. 70–200mm) biasanya lebih praktis. Jika kamu fokus pada potret dan ingin bokeh maksimal, prime seperti 85mm menjadi pilihan tepat.
Seberapa penting stabilisasi pada lensa tele?
Sangat penting: stabilisasi mengurangi blur akibat guncangan, terutama pada focal panjang. Jika sering motret handheld atau dalam cahaya rendah, cari lensa dengan IS/VR/OS yang baik.