Rekomendasi Gear untuk Content Creator Pemula: Kamera, Tripod, Lighting, dan Audio (Budget-Friendly Guide 2025)

Written by Garry Audie

Table of Contents

Ngonten itu sebenernya tidak perlu beli apa-apa—pakai HP juga bisa. Tapi kalau Anda serius ingin level up kualitas video, ada 4 komponen utama yang wajib Anda investasikan: kamera, tripod, lighting, dan audio.

Artikel ini akan membantu Anda memilih gear yang tepat berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun. Saya akan bahas kamera apa yang worth it di beli per hari ini, tripod yang tidak akan Anda sesali, lighting yang bikin wajah makin ganteng/cantik di kamera, dan audio setup yang proper.

Yang paling penting: saya akan berbicara dari pengalaman—beli yang murah hasilnya setengah-setengah, akhirnya beli lagi yang lebih bagus, jatohnya malah lebih mahal. Jadi let’s skip the mistakes dan langsung ke gear yang benar.


Kamera: Sony a6400 – The Best Value APSC Camera di 2025

Sony a6400 adalah kamera yang ahead of its time. Walaupun keluar 5 tahun lalu, kamera ini masih relevan dan punya semua yang Anda butuhkan untuk bikin konten.

Kenapa Sony a6400?

Karena kamera ini sudah punya semua yang Anda butuhkan untuk bikin konten:

  • Autofocus cepat banget – Real-time Eye AF yang reliable
  • Flip screen untuk vlogging – 180° tilting LCD
  • Flash built-in – Untuk emergency lighting
  • 4K video recording – Sampai 30fps dengan full pixel readout
  • 120fps slow motion – Di 1080p untuk creative shots
  • Compact dan ringan – Perfect untuk travel dan run & gun
[Insert image: Sony a6400 with flip screen demonstration for vlogging]

Harga dan Value Retention

Dan yang paling penting: very budget friendly.

  • Harga baru sekarang: Sekitar 10 jutaan
  • Harga bekas: 5 tahun umur cuma turun 1-2 juta

Terbukti kan, harganya nahan banget. Ini artinya kalau nanti Anda mau upgrade, resale value-nya masih tinggi.

Alternatif: Successor a6400

Successor atau versi baru dari kamera ini adalah a6600 dan a6700.

Tapi dengan harga yang sudah masuk 20 jutaan, menurut saya lebih worth it beli a7C karena sudah full frame.

Sony a7C vs a6700

  • a7C: Full frame, setara dengan a7 Mark III, tapi jauh lebih ringan, lebih ringkas, dan praktis dibawa ke mana-mana
  • a6700: APS-C dengan fitur terbaru, tapi harga sudah nyaris sama dengan full frame entry-level

Ini bebas sesuai budget Anda, tapi coba tonton perbedaan 2 sensor ini untuk memahami value proposition-nya.

[Insert image: Side-by-side footage comparison – Full Frame vs Crop Sensor bokeh and low light performance]

Perbedaan Full Frame vs Crop Sensor

Kalau Anda penasaran apakah worth it upgrade ke full frame, pertimbangkan ini:

Aspek APS-C (a6400) Full Frame (a7C)
Harga 10 juta (baru) 20-25 juta (baru)
Bokeh Good dengan lensa fast Excellent, lebih mudah dapat bokeh
Low Light Good sampai ISO 6400 Excellent sampai ISO 12800+
Lensa Lebih murah dan compact Lebih mahal tapi hasil superior
Ukuran Compact a7C sama compact-nya

Rekomendasi Kamera Berdasarkan Budget

Budget 10 juta:

  • Sony a6400 (baru) – Best value, all-rounder
  • Sony a6400 (bekas) – Save 1-2 juta, kondisi masih bagus

Budget 20-25 juta:

  • Sony a7C – Full frame, compact, excellent untuk content creation
  • Sony a7 III (bekas) – Lebih besar tapi proven workhorse

Budget di atas 30 juta:

  • Sony a7 IV – Latest tech, 4K 60fps, best autofocus
  • Canon R6 Mark II – Excellent untuk video, color science Canon

Tripod: Investasi yang Tidak Boleh Setengah-Setengah

Beli tripod berkali-kali itu bikin bete. Kayak tidak penting banget, tapi tiba-tiba keluar lagi 2 juta cuma dapat tiang.

Kesalahan yang Saya Lakukan

Saya sendiri ganti tripod sudah 4 kali. Harusnya dari awal langsung yang paling bagus saja.

Kenapa? Karena tripod murah (100-200 ribu) itu:

  • Tidak stabil untuk kamera DSLR/Mirrorless
  • Gampang goyang tertiup angin
  • Leg lock gampang rusak
  • Ball head tidak smooth untuk panning
  • Maksimal load capacity rendah
[Insert image: Comparison of cheap tripod vs professional tripod stability test]

Rekomendasi #1: Smallrig Carbon Fiber Travel Tripod

Saya sarankan langsung ambil Smallrig Carbon Fiber Travel Tripod.

Dan Smallrig ini menurut saya fit 90% kebutuhan semua orang:

  • Ringan – Karena carbon fiber, cuma 1.2kg
  • Ukurannya bisa masuk koper cabin – Folded length cuma 40cm
  • Kuat banget – Saya pernah test pakai Blackmagic 6K aja kuat
  • Build quality excellent – Leg locks smooth dan reliable
  • Ball head berkualitas – Smooth panning dan tilting

Kekurangannya: Harganya lumayan mahal (sekitar 3-4 juta).

Rekomendasi #2: Manfrotto 055XPROB (Mid-Range Option)

Mungkin opsi kedua bisa beli Manfrotto 055XPROB, sekitar 1.5 jutaan.

Ini tripod aluminum yang:

  • Proven reliable dari brand ternama
  • Load capacity sampai 9kg
  • Height range bagus (sampai 170cm)
  • Spare parts mudah dicari

Kekurangannya dibanding Smallrig: lebih berat dan tidak se-compact untuk travel.

Bottom Line untuk Tripod:

Beli tripod minimal 800 ribu ke atas. Jangan yang 100-200 ribuan—itu tidak pakai sama sekali.

Kalau ada yang mau, DM saja ya, saya kasih gratis. Saya ada 3 tripod murah yang tidak pakai di gudang. 😄

[Insert image: Smallrig Carbon Fiber Travel Tripod – fully extended and folded comparison]

Tripod Buying Guide

Budget Range Rekomendasi Use Case
Under 500rb Jangan beli – save dulu
800rb – 1.5jt Manfrotto Compact, Benro TMA38 Pemula, indoor shooting
1.5jt – 3jt Manfrotto 055XPROB, Benro Mach3 Serious hobbyist, outdoor
3jt+ Smallrig Carbon Fiber, Peak Design Professional, travel videographer

Lighting: Yang Bikin Wajah Makin Ganteng dan Cantik di Depan Kamera

Kenapa Lighting Penting?

Seperti yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya: lighting adalah 70% dari kualitas visual Anda.

Untuk lighting, ada 2 komponen yang harus dibeli:

  1. Lampunya (light fixture)
  2. Softbox (light modifier)
[Insert image: Before/After comparison with proper lighting setup vs natural light only]

Rekomendasi #1: Godox SL60W – “Lampu Sejuta Umat”

Untuk lampu, saya pakai Godox SL60W, sekitar 1.2 jutaan.

Kenapa SL60W populer?

  • 60 watt output – Cukup terang untuk small to medium space
  • Bowens mount – Compatible dengan banyak modifier
  • Fanless mode – Bisa silent operation untuk recording
  • Durable – Build quality solid untuk harga segini
  • Widely available – Gampang dicari di marketplace

Alternatif Budget: INBEX IL100S

Tapi jangan khawatir kalau budget terbatas.

Sekarang ada barang China yang murah banget, yaitu merk INBEX.

[Insert image: Price comparison screenshot from Tokopedia – Godox SL60W vs INBEX IL100S]

Saya sendiri belum pernah pakai INBEX, tapi harusnya do the same job. Mungkin build quality-nya saja yang dikorbankan.

Harusnya INBEX IL100S + softbox juga do the same work dengan Godox SL60W + softbox dari Godox.

Artinya Anda bisa save sekitar 1.5 juta dengan trade-off di build quality dan brand reliability.

Godox vs INBEX: Mana yang Harus Dipilih?

Pilih Godox SL60W kalau:

  • Budget memungkinkan (1.2jt)
  • Butuh reliability untuk paid projects
  • Mau gear yang tahan lama (5+ tahun)
  • Butuh after-sales service yang jelas

Pilih INBEX IL100S kalau:

  • Budget sangat terbatas
  • Baru belajar dan experimenting
  • Belum yakin akan serius content creation
  • Mau test dulu sebelum invest besar

Jangan Lupa Softbox!

Lampu saja tidak cukup. Anda wajib punya softbox untuk:

  • Diffuse cahaya – Bikin cahaya lebih soft dan flattering
  • Control spill – Cahaya tidak ke mana-mana
  • Prevent harsh shadows – Bayangan lebih smooth
  • Professional look – Hasil akhir lebih cinematic

Untuk softbox, saya rekomendasikan Godox 60x60cm atau 80x80cm dengan grid (sekitar 300-500 ribu).

[Insert image: Lighting setup diagram showing key light with softbox positioning for interview/talking head]

Complete Lighting Setup untuk Pemula

Budget Minimal (1.5 – 2 juta):

  • 1x INBEX IL100S (800rb)
  • 1x Softbox 60x60cm (300rb)
  • 1x Light stand (200rb)
  • Bounce card / white foam board (50rb)

Budget Recommended (3 – 4 juta):

  • 2x Godox SL60W (2.4jt)
  • 2x Softbox 60x60cm with grid (600rb)
  • 2x Light stands (400rb)
  • 1x Reflector 5-in-1 (200rb)

Budget Professional (8 – 10 juta):

  • 2x Aputure 120D Mark II (10jt)
  • 1x Aputure Light Dome II (2jt)
  • C-stands dan accessories (3jt)

Audio: Jangan Sampai Jelek, Ini Yang Paling Penting!

Video itu audio dan visual. Audio harus bagus—kalau audio jelek, orang tidak akan nonton sampai habis.

Pilih Audio Setup Berdasarkan Use Case

Ini tergantung pemakaian Anda sehari-hari:

Untuk Content Creator Mobile (Interview, Outdoor, Vlog)

Ambil clip-on wireless system.

Dan saran saya: kalau masalah audio, jangan tanggung-tanggung biar tidak perlu upgrade-upgrade lagi.

Rekomendasi Top 3:

  1. RODE Wireless GO II – Industry standard, dual channel, reliable (4 juta)
  2. DJI Mic – Excellent value, internal recording, touchscreen (3 juta)
  3. Hollyland Lark Max – Budget option dengan noise cancellation (2 juta)
[Insert image: Side-by-side comparison of RODE Wireless GO II, DJI Mic, and Hollyland Lark Max]

Untuk Podcaster dan Studio Recording

Kalau Anda podcast, saran saya jangan tanggung-tanggung juga.

Beli langsung Shure SM7B.

Ini sudah industry standard, dan semua orang pakai ini:

  • Sam Smith
  • MKBHD
  • Podcast-podcast di Indonesia juga sama, semua pakai ini
  • Joe Rogan Experience
  • Lex Fridman Podcast

Harga: Sekitar 6-7 juta (original) atau 1.5 juta (clone seperti FIFINE Tank 3)

Shure SM7B: Worth It atau Overhyped?

Worth it kalau:

  • Anda serious tentang podcast quality
  • Butuh broadcast-quality audio
  • Recording di untreated room (SM7B bagus reject ambient noise)
  • Mau gear yang tahan 10+ tahun

Skip kalau:

  • Baru mulai podcast, belum tau mau konsisten atau tidak
  • Budget terbatas – better invest di lighting atau kamera dulu
  • Recording space sudah well-treated – mic lebih murah bisa sound bagus juga

Alternatif: FIFINE Tank 3 (1.5jt), Rode PodMic (2.5jt), Audio-Technica AT2020 (1.5jt)

[Insert image: Shure SM7B setup with boom arm and audio interface for podcast recording]

Audio Accessories yang Juga Penting

Jangan lupa, untuk Shure SM7B Anda juga butuh:

  • Audio Interface – Focusrite Scarlett 2i2 atau Motu M2 (2-3 juta)
  • Cloudlifter (optional) – Kalau interface tidak cukup gain (2 juta)
  • Boom arm – Rode PSA1+ atau Elgato Wave Mic Arm (1.5-2 juta)
  • Pop filter / Windscreen – Rode WS-BK atau generic (200rb)

Jadi total investment untuk proper podcast setup bisa mencapai 12-15 juta.

Audio Setup Comparison

Use Case Recommended Gear Budget
Vlogging / Outdoor DJI Mic / RODE Wireless GO II 3-4 juta
Interview / TVC RODE Wireless GO II (dual) 4 juta
Podcast Pemula FIFINE Tank 3 + interface 2-3 juta
Podcast Serious Shure SM7B + full setup 12-15 juta
Studio Voiceover Audio-Technica AT4040 + treatment 8-10 juta

Bonus Tips: Kenapa Rekomendasi Saya Agak Mahal-Mahal?

Berbicara dari Pengalaman

Jadi kenapa kebanyakan rekomendasi saya agak mahal-mahal?

Karena saya berbicara dari pengalaman saya sendiri.

Beli yang murah, hasilnya juga setengah-setengah. Akhirnya beli lagi yang lebih bagus. Jatohnya malah jadi lebih mahal.

Contoh Real dari Pengalaman Saya

Saya pernah kerja jadi Head of Media di tempat orang juga.

Gear-gear lama yang dibeli murah? Tidak dipakai lagi karena minta di-upgrade semua:

  • Tripod murah goyang-goyang → ganti Manfrotto
  • Lampu LED panel murahan → ganti Godox
  • Mic shotgun generik → ganti RODE
  • Gimbal stabilizer murah → ganti DJI Ronin

Total loss dari beli gear murah yang akhirnya tidak terpakai: lebih dari 10 juta.

[Insert image: Pile of unused cheap gear vs organized professional gear setup]

4 Komponen Utama Sebuah Video

Komponen utama sebuah video itu ada 4 barang:

  1. Kamera
  2. Tripod
  3. Lighting
  4. Audio

Ini investasi utamanya.

Tergantung preferensi Anda—mungkin ada yang mau start small dulu, tidak apa-apa. Tapi at least, jangan yang terlalu murah.

Prinsip “Buy Once, Cry Once”

Ada prinsip dalam gear acquisition yang disebut “Buy once, cry once”:

  • Better invest di gear bagus dari awal (sekali nangis pas bayar)
  • Daripada beli murah berkali-kali (nangis terus setiap upgrade)

Tapi saya juga paham tidak semua orang punya budget besar di awal. Jadi ini breakdown priority-nya:

Priority Investment Berdasarkan Budget

Budget Total 15 Juta (Minimum Viable Setup):

  • Kamera: Sony a6400 bekas (8jt)
  • Tripod: Manfrotto entry-level (800rb)
  • Lighting: 1x Godox SL60W + softbox (1.5jt)
  • Audio: DJI Mic (3jt)
  • Sisa: Memory card, battery, bag (1.7jt)

Budget Total 30 Juta (Recommended Setup):

  • Kamera: Sony a6400 baru + lensa (12jt)
  • Tripod: Manfrotto 055XPROB (1.5jt)
  • Lighting: 2x Godox SL60W + modifiers (3.5jt)
  • Audio: RODE Wireless GO II (4jt)
  • Sisa: Accessories, backup gear (9jt)

Budget Total 50 Juta+ (Professional Setup):

  • Kamera: Sony a7C atau a7 IV (25jt)
  • Tripod: Smallrig Carbon Fiber (3.5jt)
  • Lighting: Aputure setup (10jt)
  • Audio: Shure SM7B full setup (12jt)
  • Plus: Gimbal, drone, atau lensa tambahan

Kesimpulan: Invest Smart, Not Hard

Recap: Gear Essentials untuk Content Creator

4 komponen wajib:

  1. Kamera – Sony a6400 (10jt) atau a7C (25jt)
  2. Tripod – Minimal 800rb, recommended Manfrotto atau Smallrig
  3. Lighting – Godox SL60W atau alternatif INBEX dengan softbox
  4. Audio – DJI Mic untuk mobile, Shure SM7B untuk podcast

Golden Rules untuk Beli Gear

  • Rule #1: Jangan beli gear terlalu murah—ujung-ujungnya upgrade lagi
  • Rule #2: Prioritize audio dan lighting over kamera mahal
  • Rule #3: Buy once, cry once—invest di gear berkualitas dari awal
  • Rule #4: Research dulu, baca review, tonton comparison
  • Rule #5: Beli sesuai use case, jangan ikut-ikutan trend

Yang Lebih Penting dari Gear

Remember: gear adalah tools. Yang lebih penting adalah:

  • Skill – Belajar composition, lighting, storytelling
  • Consistency – Upload teratur, build audience
  • Content quality – Cerita yang menarik beats technical perfection
  • Creativity – Gear bagus tidak replace ide yang bagus

Kamera $10,000 di tangan pemula akan kalah dengan kamera $500 di tangan yang berpengalaman.

Next Steps

Setelah baca artikel ini, action steps Anda:

  1. Tentukan budget total yang realistis
  2. Prioritize komponen mana yang paling urgent
  3. Research alternatif dan baca review user
  4. Beli bertahap kalau budget terbatas (mulai dari audio & lighting)
  5. Practice dengan gear yang Anda punya sekarang
[Insert image: Complete content creator setup – desk with camera, lighting, mic, and monitor]

Diskusi: Gear Apa yang Ketinggalan?

Menurut Anda, ada barang yang ketinggalan tidak yang seharusnya dibahas di artikel ini?

Atau mungkin Anda punya pengalaman dengan gear tertentu yang ingin di-share?

Komen di bawah atau hubungi saya! Saya senang diskusi tentang gear dan akan update artikel ini kalau ada input bagus dari Anda.

Happy creating! 🎥


Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman personal menggunakan berbagai gear selama 6+ tahun sebagai videographer dan content creator. Semua rekomendasi berdasarkan pengalaman langsung, bukan sponsored content.

Related Ideas

Don't forget to share this post!

0

Subtotal