Kenapa Variable ND Filter Selalu Color Shift? (Dan Cara Mengatasinya)

Written by Garry Audie

Table of Contents

Apakah Variable ND Filter Anda Mengalami Color Shift?

Saya yakin banyak dari Anda pasti punya ND filter, dan jenisnya yang variable ND dengan banyak stop.

Kenapa? Karena harganya murah dan praktis—satu filter bisa dapat banyak stop sekaligus.

Tapi apakah Anda sadar kalau variable ND filter yang Anda punya itu color shift?

Kalau punya saya sih iya. Dan saya yakin punya Anda juga pasti iya—kecuali Anda pakai NISI True Color yang harganya 3 jutaan lebih.

Di artikel ini, saya akan menjelaskan:

  • Kenapa variable ND filter pasti mengalami color shift
  • Mengapa ND filter fixed stop lebih baik untuk quality control
  • Bagaimana cara meminimalisir color shift tanpa harus beli filter baru

Apa Itu ND Filter dan Kenapa Videographer Wajib Punya?

Fungsi Dasar ND Filter

ND (Neutral Density) filter adalah aksesori penting yang membantu videographer untuk mengatur exposure tanpa harus mengubah shutter speed, aperture, atau ISO.

Ini sangat krusial karena:

Jika adjust dengan Shutter Speed:

  • Motion blur hilang
  • Gerakan terlihat seperti robot
  • Tidak cinematic

Jika adjust dengan Aperture:

  • Bokeh berkurang atau hilang
  • Depth of field berubah drastis

Jika adjust dengan ISO di atas Native ISO:

  • Sensor bekerja lebih keras dengan menaikkan voltase listrik
  • Menghasilkan noise/grain berlebihan
  • Kualitas gambar menurun

Kapan Anda Butuh ND Filter?

ND filter sangat berguna saat:

  • Shooting outdoor di siang hari yang terang
  • Ingin maintain shutter speed 180° (double frame rate)
  • Perlu aperture terbuka (f/1.4 – f/2.8) untuk bokeh
  • Membuat video dengan motion blur yang natural dan cinematic

Jadi untuk menghindari semua masalah exposure di atas, ND filter adalah solusinya.

Jenis-Jenis ND Filter di Pasaran

Sebelum membahas masalah color shift, mari kita kenali dulu jenis-jenis ND filter yang tersedia:

1. Screw-On ND Filter

  • Paling umum dan affordable
  • Dipasang dengan cara diputar di depan lensa
  • Tersedia dalam versi variable dan fixed stop

2. Matte Box ND Filter

  • Digunakan di produksi profesional dan cinema
  • Biasanya menggunakan fixed stop ND
  • Lebih mahal tapi kualitas superior

3. Internal ND Filter

  • Built-in di kamera tertentu (Sony FX3, Canon C70, dll)
  • Sangat praktis tapi terbatas pada kamera high-end

4. Clip-On ND Filter

  • Dipasang di dalam lensa
  • Cocok untuk lensa wide angle yang tidak bisa pakai screw-on filter

Untuk kebanyakan content creator dan videographer, screw-on ND filter adalah pilihan paling praktis dan terjangkau.

Problem dengan Variable ND Filter

Tantangan Mencari Brand Berkualitas di Indonesia

Saat mencari ND filter berkualitas, brand yang sering direkomendasikan adalah:

  • PolarPro Peter McKinnon Edition
  • NISI
  • Moment
  • Freewell

Masalahnya: brand-brand tersebut hampir tidak ada di Indonesia. Kalau ada pun, harganya sudah di-markup sangat tinggi.

Jadi pilihan yang tersedia biasanya:

  • K&F Concept (paling umum dan mudah ditemukan)
  • HOYA (lumayan bagus tapi sering habis stock)
  • Brand lokal dengan harga lebih murah

Saya sendiri sudah pakai K&F Concept lebih dari 2 tahun.

Fenomena Color Shift yang Saya Alami

Belakangan saya notice sesuatu: footage saya kok kuning semua ya?

Awalnya saya tidak tahu apakah:

  • Memang dari awal seperti ini (tapi saya tidak notice)
  • Atau kaca ND filter bisa menguning seiring waktu

Setelah riset, saya sudah menemukan jawabannya:

Variable ND filter PASTI mengalami color shift.

Ini bukan karena brandnya jelek, tapi karena cara kerja variable ND itu sendiri.

Kenapa Variable ND Filter Selalu Color Shift?

Cara Kerja Variable ND Filter

Variable ND filter pada dasarnya adalah 2 polarizer yang berputar secara bersamaan:

  1. Filter IR Cut (Infrared Cut)
  2. Filter UV (Ultraviolet)

Saat Anda memutar ring variable ND, kedua polarizer ini bergerak relatif satu sama lain, menciptakan efek gelap yang bervariasi.

Penyebab Color Shift

Pada variable ND yang murah atau kualitas menengah, filter ini kesulitan menyamakan equilibrium atau titik tengah transmisi dari wavelength warna yang masuk.

Hasilnya:

Jika terlalu banyak IR (Infrared):

  • Footage color shift ke warm (orange/kuning)
  • Atau shift ke magenta/pink

Jika terlalu banyak UV (Ultraviolet):

  • Footage color shift ke cool/biru
  • Atau shift ke cyan

Coba cek variable ND Anda: shiftnya lebih ke warm/magenta atau ke biru?

Masalah Tambahan: Vignette dan X-Pattern

Variable ND yang kurang bagus juga biasanya:

  • Tidak ada hard stop – bisa diputar terus-menerus
  • Saat diputar melewati titik paling gelap, muncul:
    • Vignette (sudut gambar gelap)
    • X-pattern atau pola silang di tengah frame

Ini sangat mengganggu dan sulit di-fix di post-production.

Mengapa Profesional Memilih Fixed Stop ND?

Temuan dari Dunia Cinema dan TVC

Inilah yang membuat saya sadar:

Dalam produksi cinema atau profesional, mereka lebih prefer pakai matte box dengan fixed stop ND filter.

Dulu saya pikir matte box cuma biar terlihat keren—biar kamera terlihat besar dan profesional. Dan memang iya, kadang saya dapat request dari agency untuk harus pakai matte box saat shooting karena mereka ingin client terkesan dengan “kamera TV”.

Tapi tujuan sebenarnya di balik itu adalah untuk ND filter system yang berkualitas.

Sistem Matte Box dan NISI Filter

Yang paling umum digunakan di sistem matte box adalah ND filter NISI.

NISI dikenal karena:

  • Minimal color shift (True Color technology)
  • Fixed stop yang akurat (ND8, ND64, ND128, dll)
  • Konsistensi warna yang reliable

Tapi untuk kita sebagai content creator biasa, males dong kalau harus beli matte box dan NISI yang mahal—apalagi untuk konten sehari-hari bukan TVC.

Kalau untuk project client sih gampang, tinggal sewa aja, murah per harinya.

3 Cara Meminimalisir Color Shift (Tanpa Beli Filter Baru)

Cara 1: Beralih ke Fixed Stop ND Filter

Ini untuk Anda yang seperti saya, yang ingin maintain quality image terbaik.

Solusinya: beli ND filter fixed stop.

Saya sudah mencoba beli ND filter fixed stop dari K&F Concept juga, dan terbukti:

ND filter fixed stop jauh lebih minim color shift
✅ Bukan sama sekali tidak ada color shift ya, tapi sangat minim
Tidak ada vignette seperti variable ND
✅ Lebih konsisten dari shot ke shot

Fixed stop yang umum digunakan:

  • ND8 (3 stops) – untuk siang hari berawan
  • ND16 (4 stops) – untuk siang hari cerah
  • ND64 (6 stops) – untuk siang sangat terang
  • ND128 (7 stops) – untuk kondisi ekstrem terang

Kekurangan fixed stop:

  • Harus punya beberapa filter dengan stop berbeda
  • Perlu copot-pasang saat kondisi cahaya berubah
  • Tidak se-praktis variable ND

Cara 2: Setting White Balance dengan Presisi

Ini cara termudah dan gratis untuk mengatasi color shift dari variable ND:

Langkah-langkah:

  1. Ambil kertas putih atau grey card
  2. Foto tanpa ND filter – catat white balance
  3. Pasang variable ND, foto lagi kertas putih yang sama
  4. Import kedua foto ke Lightroom
  5. Gunakan eyedropper tool untuk set white balance di foto dengan ND
  6. Lihat nilai Temperature dan Tint yang terdeteksi
  7. Set manual white balance di kamera sesuai nilai tersebut

Contoh:

  • Tanpa ND: 5500K, Tint 0
  • Dengan ND: 5300K, Tint +8 (shift magenta)
  • Set kamera ke 5300K, Tint +8 saat pakai ND tersebut

Keuntungan cara ini:

  • Gratis, tidak perlu beli apa-apa
  • Relatif akurat
  • Sekali setup bisa dipakai terus (selama tidak ganti ND)

Kekurangan:

  • Harus set manual setiap kali pakai/lepas ND
  • Tidak praktis untuk run and gun

Cara 3: Gunakan Color Checker Card

Ini cara yang paling akurat tapi juga paling ribet:

Apa itu Color Checker Card?

Color checker (seperti X-Rite ColorChecker) adalah kartu dengan warna standar yang dijadikan referensi untuk color grading.

Cara pakainya:

  1. Di awal setiap shot, taro color checker card di frame
  2. Record beberapa detik dengan card di frame
  3. Di post-production, gunakan card tersebut sebagai reference
  4. Match color dari footage Anda ke standar warna di card
  5. Copy color grade ke seluruh footage di scene yang sama

Keuntungan:

  • Paling akurat untuk color correction
  • Professional workflow
  • Berguna juga untuk matching camera jika multi-cam

Kekurangan:

  • Color checker card tidak murah (500rb – 2jt)
  • Ribet – harus taro di depan kamera tiap mulai shot
  • Butuh extra time di set

Cara 4 (Bonus): Adjust di Editing

Kalau Anda malas beli-beli lagi atau tidak punya waktu untuk setup white balance di lokasi:

Tinggal adjust aja di post-production per setiap shot.

Tools yang bisa dipakai:

  • DaVinci Resolve: Color Wheels & Temperature/Tint slider
  • Premiere Pro: Lumetri Color – White Balance
  • Final Cut Pro: Color Board

Tips:

  • Cari objek yang seharusnya putih atau abu-abu netral di frame
  • Gunakan eyedropper tool untuk auto white balance
  • Fine-tune dengan temperature/tint slider

Kelebihan:

  • Fleksibel
  • Bisa adjust per shot sesuai kebutuhan

Kekurangan:

  • Time-consuming kalau banyak shot
  • Tidak seakurat setting di kamera

Fixed Stop vs Variable ND: Mana yang Cocok untuk Anda?

Pilih Variable ND Jika:

Anda content creator yang run and gun
Wedding videographer yang harus cepat bergerak
Event shooter dengan banyak perubahan lokasi dan lighting
Outdoor vlogger yang kondisi cahaya terus berubah
Budget terbatas dan ingin satu filter untuk semua kondisi
Convenience lebih penting daripada absolute color accuracy

Best practice untuk variable ND:

  • Beli yang punya hard stop untuk hindari X-pattern
  • Set custom white balance sebelum shooting
  • Jangan putar sampai melewati batas maksimal
  • Color correct di post jika perlu

Pilih Fixed Stop ND Jika:

Shooting kebanyakan talking head atau interview
Produksi TVC (TV Commercial) yang butuh color accuracy
Corporate video dengan controlled environment
Short film atau cinema work
Kondisi lighting relatif stabil (studio, indoor)
Ada kesempatan maintain best quality image

Best practice untuk fixed stop:

  • Punya minimal 3 filter: ND8, ND64, ND128
  • Gunakan filter case untuk organize
  • Stack 2 filter jika perlu lebih gelap (ND64 + ND8 = ND512)

Brand ND Filter: Rekomendasi untuk Indonesia

Budget Terbatas (Under 500rb)

K&F Concept

  • Paling mudah dicari di marketplace Indonesia
  • Harga terjangkau (200rb – 400rb untuk variable ND)
  • Kualitas cukup untuk content creator pemula
  • Cons: color shift cukup terlihat, terutama di variable ND

HOYA

  • Kualitas lebih bagus dari K&F
  • Harga sedikit lebih mahal (400rb – 700rb)
  • Stock sering habis di Indonesia
  • Pros: minimal color shift dibanding K&F

Mid-Range (500rb – 2jt)

Tiffen

  • Brand lama dan trusted di industri
  • Variable ND dengan performa lebih konsisten
  • Lebih sulit dicari tapi worth it

Breakthrough Photography

  • X4 ND series dengan color neutrality bagus
  • Harus import atau beli dari luar
  • Worth it untuk long-term investment

High-End (2jt+)

NISI True Color VND

  • Variable ND dengan minimal color shift
  • Harga 3jt+ tapi memang worth it untuk profesional
  • Hard stop yang bagus
  • Best choice kalau budget tidak masalah

PolarPro Peter McKinnon Edition

  • Designed by filmmaker untuk filmmaker
  • Color neutral dan build quality premium
  • Harus import dari luar negeri

FAQ: Pertanyaan Umum tentang ND Filter

Q: Apakah semua variable ND filter pasti color shift?
A: Ya, semua variable ND secara teknis akan mengalami color shift karena cara kerjanya menggunakan 2 polarizer. Yang membedakan adalah seberapa parah color shift-nya.

Q: Berapa banyak fixed stop ND yang saya butuhkan?
A: Minimal 3: ND8 (3 stop), ND64 (6 stop), dan ND128 (7 stop). Ini sudah cover kebanyakan kondisi outdoor.

Q: Bisakah saya stack 2 ND filter sekaligus?
A: Bisa, tapi hati-hati dengan vignette di focal length wide (24mm ke bawah). Untuk focal length 35mm+ biasanya aman.

Q: Apakah mahal = pasti bagus untuk ND filter?
A: Secara umum ya, tapi tidak selalu. Brand seperti NISI, PolarPro, dan Breakthrough memang lebih mahal karena optical quality dan color neutrality yang superior.

Q: Apakah ND filter bisa rusak atau menguning seiring waktu?
A: Ya, terutama jika:

  • Sering terkena panas ekstrem
  • Tidak disimpan dengan baik (tanpa case)
  • Coating-nya tergores
  • Kualitas coating memang tidak bagus sejak awal

Q: Bagaimana cara membersihkan ND filter dengan aman?
A: Gunakan microfiber cloth dan lens cleaning solution. Jangan gunakan tisu atau kain kasar yang bisa merusak coating.

Kesimpulan: Best Practice untuk Videographer Indonesia

Untuk Content Creator Run & Gun:

  • Variable ND adalah pilihan tepat untuk fleksibilitas
  • Invest di custom white balance atau color correct di post
  • Prioritaskan convenience over perfect color

Untuk Videographer yang Prioritas Quality:

  • Fixed stop ND adalah pilihan terbaik
  • Set up ND filter kit dengan beberapa stop
  • Matte box system kalau budget memungkinkan

Prinsip Utama:

“Kalau ada kesempatan untuk maintain best quality image, kenapa tidak?”

Tapi jangan sampai gear menghambat kreativitas. Kamera terbaik adalah yang Anda punya dan pahami cara menggunakannya.

Yang terpenting bukan spesifikasi teknis filter Anda, tapi:

  • Story yang menarik
  • Lighting yang bagus
  • Color grading yang konsisten
  • Skill dalam komposisi dan editing

ND filter hanyalah tool. Yang menentukan kualitas akhir adalah skill Anda sebagai videographer.


Apakah artikel ini membantu? Kalau iya, share pengalaman Anda dengan ND filter di comments. Kalau tidak membantu… ya sudah tidak apa-apa 😄

Happy shooting!

Related Ideas

Don't forget to share this post!

0

Subtotal