Estimasi waktu baca: 6 menit
Key Takeaways
- Basic camera shots (WS, MS, CU, ECU, two-shot, OTS) dan camera angles (high, low, eye-level, dutch, bird’s eye) adalah bahasa visual untuk bercerita.
- Pilih kombinasi shot + angle + movement sesuai tujuan naratif: konteks, interaksi, atau emosi.
- Praktik sederhana: ambil wide, medium, dan close untuk satu adegan — bandingkan bagaimana cerita berubah.
Pendahuluan & Definisi
Basic camera shots adalah teknik dasar dalam fotografi dan film yang menentukan ukuran dan komposisi subjek di frame. Pilihan shot mengubah cara penonton membaca hubungan antara subjek dan lingkungan.
Camera angles menjelaskan sudut pandang kamera — dari atas, dari bawah, atau sejajar mata — yang memengaruhi mood dan persepsi penonton. Memahami keduanya penting untuk menyampaikan cerita secara visual.
Jenis-jenis Basic Camera Shots
Wide Shot (WS)
Wide shot menampilkan subjek dan lingkungan secara luas — ideal untuk establishing shot atau memperlihatkan konteks lokasi.
Pakai lensa lebih lebar atau mundur dari subjek saat ingin mengambil wide shot agar lingkungan terlihat jelas tanpa distorsi berlebih.
Sumber: Jenis Shot dalam Pengambilan Gambar – Kee Indonesia
Medium Shot (MS)
Medium shot menampilkan subjek dari pinggang sampai kepala. Cocok untuk dialog karena menyeimbangkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh.
Sumber: Mengenal 13 Macam Type Shot – Jepret Production
Close Up (CU)
Close up fokus pada wajah atau bagian spesifik untuk menonjolkan emosi atau detail penting (mis. surat, cincin).
Sumber: Macam-macam Shot – EPS Production
Extreme Close Up (ECU)
Potongan ekstrem yang menyorot detail kecil (mata, bibir, objek kecil) untuk menambah ketegangan atau tanda plot.
Sumber: 14 Tipe Shot – Scribd
Two-Shot
Menempatkan dua orang dalam satu frame untuk menunjukkan hubungan atau percakapan bersama.
Sumber: 14 Tipe Shot – Scribd
Over The Shoulder (OTS)
Diambil dari belakang bahu salah satu karakter, OTS menegaskan fokus pada lawan bicara dan meningkatkan keterlibatan penonton dalam dialog.
Sumber: 14 Tipe Shot – Scribd
Cut-In & Cutaway
Cut-in fokus pada bagian spesifik subjek (mis. tangan). Cutaway menampilkan elemen lingkungan untuk menambah konteks tanpa kehilangan alur.
Sumber: 14 Tipe Shot – Scribd
Gunakan variasi shot untuk mengatur ritme visual: buka dengan wide, peralihan ke medium untuk interaksi, lalu close/ECU untuk momen emosional.
Fungsi Utama Setiap Shot
Setiap shot memiliki peran dalam storytelling. Ringkasnya:
Wide Shot
Fungsi: Membangun konteks dan hubungan subjek dengan lingkungan. Contoh: opening film yang memperlihatkan kota atau lanskap.
Sumber: Jenis Shot dalam Pengambilan Gambar – Kee Indonesia
Medium Shot
Fungsi: Menekankan interaksi antar karakter sambil tetap mempertahankan konteks. Cocok untuk dialog dan presentasi.
Sumber: Mengenal 13 Macam Type Shot – Jepret Production
Close Up & ECU
Fungsi: Memperkuat ekspresi, menonjolkan detail dramatis, atau memberi petunjuk plot lewat objek kecil.
Camera Angle Shots (sudut kamera)
Angle menentukan bagaimana penonton memandang subjek. Pilihan angle memengaruhi kesan kuat/lemah, aman/ganjil.
High Angle
Kamera dari atas melihat ke bawah — subjek tampak kecil atau rentan.
Low Angle (Lower Camera Angle)
Kamera dari bawah melihat ke atas — subjek terlihat kuat dan dominan.
Eye Level
Kamera sejajar mata — hasilnya natural dan netral, sering dipakai untuk vlog, news, atau dialog biasa.
Dutch Angle
Kamera dimiringkan sehingga horizon diagonal — menciptakan rasa tidak stabil atau tegang.
Bird’s Eye Angle
Diambil dari sangat tinggi menghadap ke bawah — memberi pandangan objektif terhadap lokasi atau pola pergerakan.
Pemilihan angle bisa mengubah pesan adegan secara drastis. Coba ganti satu angle dan perhatikan bagaimana penonton membaca karakter berbeda.
Teknik & Pergerakan Kamera
Gerakan kamera menambah energi, tempo, dan membantu mengarahkan perhatian. Kombinasikan shot, angle, dan movement untuk membangun mood.
Jenis Pergerakan
- Pan: Bergerak horizontal untuk mengikuti subjek atau mengekspos lokasi.
- Tilt: Bergerak vertikal, cocok untuk memperkenalkan objek tinggi.
- Zoom: Mengubah focal length tanpa memindahkan kamera — hati-hati dengan kualitas.
- Tracking / Dolly: Kamera bergerak mengikuti subjek untuk kesan ikut berjalan bersama karakter.
Praktik cepat: gunakan dolly in pelan ke close up pada momen dramatis; gunakan slow pan untuk memperlihatkan area tanpa memecah perhatian.
Gerakan kamera yang berlebihan tanpa tujuan bisa mengganggu penonton. Pastikan setiap pan, tilt, atau dolly punya alasan naratif.
Sumber: Sinematografi dan Teknik Pengambilan Gambar – Kelas.work
Checklist Praktis untuk Pengambilan Gambar
- Tentukan tujuan adegan: emosi apa yang harus dirasakan penonton?
- Pilih shot utama: Wide / Medium / Close sesuai kebutuhan narasi.
- Tentukan angle: High / Low / Eye-level / Dutch untuk mendukung mood.
- Rencanakan gerakan kamera: Pan / Tilt / Zoom / Tracking atau statis.
- Siapkan cut-in/cutaway untuk detail penting.
- Periksa lighting dan komposisi setelah set-up.
Conclusion
Memahami basic camera shots dan camera angles memberi alat untuk membangun bahasa visual yang efektif. Variasikan shot, sudut, dan gerakan dengan tujuan naratif yang jelas.
Mulai praktik: ambil tiga foto/klip—wide, medium, close—dan bandingkan perbedaan cerita yang muncul. Latihan konsisten akan mempercepat pemilihan shot yang tepat.
FAQ
Apa perbedaan utama antara shot dan angle?
Shot menentukan seberapa dekat atau jauh kamera pada subjek (komposisi), sedangkan angle adalah sudut pandang kamera terhadap subjek. Keduanya bekerja bersama untuk menyampaikan pesan visual.
Bagaimana cara cepat melatih pemilihan shot?
Latihan sederhana: untuk satu adegan ambil wide, medium, dan close. Bandingkan apa yang berubah—konteks, interaksi, dan emosi—lalu ulangi dengan variasi angle dan sedikit gerakan.
