Estimasi waktu baca: 4 menit
Key Takeaways
- Scene: unit naratif yang terjadi di satu lokasi dan waktu tertentu.
- Shot: satu pengambilan kamera kontinu — bahan mentah visual.
- Memahami perbedaan ini membantu penjadwalan, penyutradaraan, dan pengeditan.
Pendahuluan
Apa itu scene dan mengapa istilah ini penting ketika menonton atau membuat film? Scene sering digunakan di dunia perfilman untuk menunjuk bagian cerita yang berlangsung pada satu lokasi dan waktu tertentu.
Artikel ini menjelaskan definisi scene, arti praktisnya, serta perbedaan dengan shot. Termasuk contoh dari film populer agar konsep lebih mudah dipahami.
Sumber: CSinema — Shot, Scene, Sequence
Definisi: apa itu scene?
Secara sederhana, scene adalah bagian cerita yang terjadi di satu lokasi dan pada rentang waktu tertentu tanpa lompatan waktu besar.
Scene memberi konteks: siapa yang hadir, apa yang terjadi, di mana, dan kapan. Durasi bisa beberapa detik sampai beberapa menit, tergantung kebutuhan naratif.
Mengenal apa itu scene memudahkan membaca skenario, merencanakan syuting, dan memahami alur emosional film.
Perbedaan Scene dan Shot
Singkatnya: scene dan shot berbeda tapi saling terkait. Shot adalah satu pengambilan kamera kontinu. Scene adalah kumpulan aksi di satu tempat/waktu yang dapat terdiri dari satu atau beberapa shot.
Shot = bahan mentah visual. Scene = unit naratif yang disusun dari shot-shot itu.
| Scene | Shot |
|---|---|
| Kumpulan aksi di satu tempat dan waktu. | Satu pengambilan kamera tanpa interupsi. |
| Bisa terdiri dari banyak shot. | Hanya satu rekaman kontinu. |
| Menyusun narasi. | Menjadi bahan untuk diedit. |
Sumber: CSinema
Definisi Shot
Shot adalah satu kali pengambilan kamera dari tombol rekam ditekan sampai dihentikan. Bisa berupa wide, medium, close-up, atau POV tergantung framing dan tujuan naratif.
Jika terjadi perubahan angle, lensa, atau blocking, pengambilan tersebut dianggap shot baru, bukan sekadar re-take.
Sumber: Adplay — Teknik Videografi
Ilustrasi praktis dari film
Contoh membantu melihat perbedaan di lapangan:
- Up — Montase Ellie dan Carl: beberapa shot disusun menjadi scene montase yang menyampaikan perjalanan waktu dan emosi tanpa banyak dialog.
- The Godfather — Pembaptisan Michael: editing paralel antara ritual dan serangkaian pembunuhan membentuk sequence kuat yang berfungsi sebagai scene tematik.
- Forrest Gump — Bangku: satu lokasi (bangku) menampung banyak percakapan dan momen emosional, menciptakan scene intim.
Di set, beri label setiap shot dengan nomor dan deskripsi singkat agar editor mudah menyusun menjadi scene yang koheren.
Sumber: Sokatandlife — Istilah Skenario
Analisis: kontribusi scene terhadap narasi
Scene menentukan ritme cerita. Scene singkat dengan cut cepat menciptakan ketegangan. Scene panjang memberi ruang bagi emosi berkembang.
Pergeseran shot di dalam scene dapat menandakan perubahan perasaan tanpa dialog panjang. Susunan scene adalah cara utama menyampaikan progres cerita — kronologis atau tematik.
Jangan membuat terlalu banyak cut dalam satu scene jika tujuanmu membangun emosi. Terlalu banyak potongan bisa memecah keterhubungan penonton.
Sumber: Modul Animasi 2D
Checklist praktis saat merancang scene
- Tentukan tujuan scene: informasi atau emosi apa yang harus disampaikan?
- Tetapkan lokasi dan waktu serta tuliskan scene heading di skenario.
- Rencanakan shot list: wide, medium, close-up, cutaway, insert.
- Pertimbangkan kontinuitas aksi dan blocking pemain.
- Tentukan transisi antar scene (cut, dissolve, fade).
- Siapkan alat teknis: lensa, lighting, microphone sesuai mood.
- Catat re-take dan beri label setiap shot untuk memudahkan editor.
Sumber: Adplay — Apa itu Videografi
Conclusion
Scene adalah unit naratif yang terjadi di satu lokasi dan waktu, sedangkan shot adalah rekaman kontinu yang menjadi bahan untuk menyusun scene.
Memahami kedua istilah ini membuat proses produksi lebih efisien dan meningkatkan kemampuan penonton dalam membaca struktur film.
FAQ
Berapa lama biasanya sebuah scene?
Durasi scene sangat bervariasi: beberapa detik untuk ketegangan, beberapa menit untuk adegan emosional. Yang penting fungsi naratifnya terpenuhi.
Apakah satu shot bisa menjadi satu scene?
Bisa. Jika seluruh aksi yang diperlukan terjadi dalam satu pengambilan kontinu, satu shot dapat membentuk satu scene utuh.
