Apa itu Lighting? Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenis Lighting

Table of Contents

Cover Image


Estimasi waktu baca: 6 menit

Key Takeaways

  • Lighting bukan sekadar terang: ia menentukan fungsi, suasana, dan kenyamanan visual.
  • Pakai prinsip layering—ambient, task, accent—untuk ruang yang fleksibel dan efisien.
  • Pahami parameter teknis (lumen, lux, Kelvin, CRI) sebelum memilih lampu.

Pembukaan singkat

Apa itu lighting? Lebih dari sekadar membuat ruang terang, lighting mencakup penataan sumber cahaya—alami atau buatan—agar ruangan aman, nyaman, dan estetis. Artikel ini menjelaskan pengertian lighting, fungsi, jenis, parameter teknis, serta panduan memilih yang praktis untuk rumah, kantor, dan toko.

Sumber: Nimbus9 – Lighting adalah

Pengertian Lighting / Pengertian Pencahayaan

Lighting artinya pencahayaan atau penerangan yang melibatkan penataan cahaya, sistem penerangan, dan strategi distribusi agar fungsi dan estetika ruang tercapai. Secara praktis, lighting adalah upaya mengatur intensitas, arah, dan warna cahaya agar objek terlihat jelas dan suasana sesuai tujuan.

“Lighting bukan hanya membuat terang—ia membentuk suasana, memandu fokus, dan memengaruhi kenyamanan visual.”

Sumber: Spectrue – Pengertian lighting

Perbedaan istilah & sinonim

Dalam praktik ada perbedaan nuansa: “lighting” sering dipakai secara teknis untuk desain, distribusi, temperatur warna, dan efek, sedangkan “pencahayaan” dipakai umum untuk menyatakan terang atau tidaknya ruang.

Sinonim umum: pencahayaan, penerangan, penataan cahaya, sistem penerangan.

Sumber: Spectrue

Fungsi Lighting dalam kehidupan dan desain

Fungsi utama lighting meliputi:

  • Penerangan/Visibilitas: membuat objek terlihat jelas untuk aktivitas sehari-hari.
  • Keamanan: pencahayaan jalan, tangga, dan lorong untuk mencegah risiko.
  • Kenyamanan: mengurangi silau dan bayangan tajam agar mata tidak cepat lelah.
  • Estetika & Atmosfer: warna dan arah cahaya membentuk mood (warm untuk hangat, cool untuk fokus).
  • Penekanan (Accent): menyorot karya seni atau display produk.
  • Kesehatan & Ritme Sirkadian: cahaya siang membantu fokus, cahaya hangat di malam membantu relaksasi.

Sumber: Nimbus9 – Fungsi lighting

Jenis-jenis lighting (ringkas)

Jenis dapat dikategorikan dari beberapa sisi: fungsi, arah/sumber, perangkat (luminer), dan teknologi lampu.

Berdasarkan fungsi

  • Ambient/General: penerangan dasar, merata (lampu plafon).
  • Task: fokus untuk aktivitas spesifik (lampu baca, under-cabinet).
  • Accent: sorot objek tertentu (spotlight pada lukisan).
  • Decorative: fixture sebagai elemen estetis (chandelier).

Berdasarkan sumber/arah

  • Natural: cahaya matahari—sehat dan efisien, tapi tak selalu stabil.
  • Direct vs Indirect: direct bagus untuk task; indirect memberi ambience lembut.
  • Point, Linear, Area: pilihan sesuai coverage yang dibutuhkan.

Perangkat umum

Recessed, pendant, chandelier, track, spotlight, LED strip, downlight, wall washer, bollard outdoor—pilih sesuai estetika dan fungsi.

Sumber: LEDYI – Direct vs Indirect

Parameter teknis: lumen, lux, Kelvin, CRI, Watt

Beberapa parameter penting yang perlu dipahami:

  • Lumen (lm): total output cahaya dari lampu.
  • Lux: lumen per meter persegi—digunakan untuk target pencahayaan area.
  • Watt (W): konsumsi energi, bukan ukuran kecerahan.
  • Kelvin (K): temperatur warna—2700–3500K (warm), 4000K (netral), 5000–6500K (daylight).
  • CRI: akurasi reproduksi warna; CRI ≥80 untuk rumah/ kantor, ≥90 untuk galeri/rias.

Contoh cepat: kamar 12 m² dengan target 150 lux memerlukan total ≈ 1800 lumen (150 x 12).

Sumber: Repo ITPLN – Pencahayaan (PDF)

Cara memilih lighting yang tepat

Gunakan prinsip layering: ambient + task + accent. Sesuaikan Kelvin, CRI, dan total lumen dengan fungsi ruangan.

  • Kamar tidur: warm (2700–3000K), indirect untuk relaks.
  • Dapur: task lighting di counter dan under-cabinet, ambient merata.
  • Kantor: neutral/cool (4000–5000K), minimalkan glare pada layar.
  • Retail: ambient + accent dengan CRI tinggi agar produk tampil nyata.

Pertimbangkan efisiensi: prioritaskan LED, gunakan dimmer, sensor gerak, dan driver kompatibel.

Sumber: Spectrue – Panduan memilih

Contoh penerapan: rumah, kantor, toko

Rumah (ruang tamu): tambah beberapa downlight ambient, spotlight untuk karya seni, dan table lamp dekoratif agar ruang terasa berlapis dan hangat.

Kantor: panel LED merata (4000–5000K) + lampu meja adjustable meningkatkan produktivitas dan mengurangi kelelahan mata.

Toko retail: general ambient ditambah spot untuk highlight produk dan strip LED pada rak untuk memberi kedalaman visual.

Sumber: Nimbus9 – Case studies

Conclusion

Pengertian lighting meliputi penataan dan pemilihan cahaya untuk fungsi, kenyamanan, dan estetika. Praktik terbaik: pahami parameter teknis, gunakan layering, dan pilih teknologi efisien seperti LED. Dengan perencanaan sederhana, lighting dapat meningkatkan kualitas penggunaan ruang dan pengalaman visual.

FAQ

Apa itu lighting?

Lighting adalah penataan atau teknologi pencahayaan, baik alami maupun buatan, untuk menerangi ruang atau objek agar fungsi dan estetika terpenuhi.

Apa perbedaan lighting dan pencahayaan?

“Lighting” cenderung dipakai secara teknis (desain, distribusi, Kelvin, CRI), sedangkan “pencahayaan” dipakai secara umum untuk mengacu pada terang atau redupnya ruang.

Bagaimana menghitung kebutuhan lampu?

Tentukan target lux untuk fungsi ruang, kalikan dengan luas (m²) untuk mendapatkan total lumen yang dibutuhkan, lalu bagi ke pilihan lampu berdasarkan lumen per unit.

Sumber & Referensi

  1. Nimbus9 – Lighting adalah
  2. Spectrue – Pengertian, jenis, fungsi
  3. LEDYI – Direct vs Indirect Lighting
  4. Repo ITPLN – Pencahayaan (PDF)
  5. Illuminating Engineering Society (IES)
  6. International Association of Lighting Designers (IALD)
  7. Philips Lighting

Related Ideas

Don't forget to share this post!

0

Subtotal