BTS Videografi: Panduan Lengkap Branding & Storytelling

Table of Contents

Pernahkah kamu melihat video di Instagram atau YouTube yang menampilkan proses pembuatan produk, suasana di balik panggung konser, atau momen candid tim kreatif saat bekerja? Konten seperti ini disebut Behind the Scenes (BTS), dan popularitasnya terus meningkat dalam dunia digital marketing dan branding. Banyak pemula videografi—yang dapat mulai dengan panduan belajar videografi untuk pemula—berpikir bahwa BTS hanyalah rekaman asal-asalan tanpa perlu perencanaan khusus—padahal, BTS yang efektif justru memerlukan strategi storytelling yang matang.

Dalam artikel ini, kamu akan memahami secara mendalam tentang BTS videografi: apa definisinya, mengapa penting untuk branding, bagaimana cara membuatnya dengan benar, serta kesalahan-kesalahan umum yang harus dihindari. Panduan ini dirancang untuk videografer pemula hingga menengah yang ingin meningkatkan keterampilan dan memaksimalkan konten BTS untuk keperluan branding dan storytelling.


Definisi dan Konsep Dasar BTS Videografi

Apa Itu BTS Videografi?

BTS Videografi adalah konten video yang menangkap proses di balik layar dari sebuah produksi—menampilkan persiapan, momen candid, interaksi tim, dan keseluruhan lingkungan kerja. Ini bukan sekadar footage mentah, melainkan dokumentasi yang dikurasi dengan tujuan storytelling, branding, dan membangun engagement dengan audiens. BTS menunjukkan proses, bukan hanya hasil akhir.

behind the scenes videography setup with crew working
behind the scenes videography setup with crew working

Memahami Behind the Scenes (BTS)

Behind the Scenes merujuk pada rekaman atau foto yang diambil selama proses pembuatan suatu proyek, memberikan pandangan transparan tentang bagaimana konten tercipta. BTS bisa mencakup footage setup, wawancara dengan kru, momen candid, dan proses kreatif. Tujuannya adalah memanusiakan brand, membangun kepercayaan, dan melibatkan audiens dengan menunjukkan “proses pembuatan” bukan hanya produk jadi. Banyak pemula sering membuat kesalahan fatal dalam videografi karena menganggap BTS hanya tentang spontaneous recording tanpa strategi.

Elemen Penting: Videografi, Storytelling, dan Branding

Videografi adalah proses merekam gambar bergerak untuk keperluan dokumentasi dan storytelling. Storytelling dalam konteks BTS berarti menyampaikan narasi melalui visual dan audio untuk membuat koneksi emosional dengan audiens. Branding memanfaatkan BTS untuk menciptakan identitas unik dan membangun kepercayaan—menunjukkan sisi manusiawi dari brand.

Content angle adalah perspektif unik yang digunakan untuk menceritakan kisah dalam video. Untuk BTS, bisa berupa fokus pada proses kreatif, dinamika tim, tantangan yang dihadapi, atau aspek teknis produksi.

Kesalahpahaman Umum tentang Definisi BTS

Banyak pemula mengira BTS hanyalah rekaman casual yang tidak perlu direncanakan. Padahal, BTS yang efektif memerlukan perencanaan shot list, storyboard, dan pemahaman tentang pesan yang ingin disampaikan. BTS bukan sekadar “merekam apa yang terjadi,” tetapi menceritakan kisah dengan struktur yang jelas.


Mengapa BTS Penting untuk Branding dan Storytelling

Membangun Kepercayaan dan Transparansi

BTS memungkinkan audiens melihat proses di balik produk atau layanan. Transparansi ini membangun kepercayaan karena audiens merasa lebih dekat dengan brand. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga kerja keras, dedikasi, dan nilai-nilai yang dipegang tim.

Peran BTS dalam Strategi Branding

BTS adalah alat storytelling yang kuat. Konten ini memanusiakan brand dengan menampilkan orang-orang di balik produk, proses kreatif, dan tantangan yang dihadapi. Ini membuat brand lebih relatable dan memorable. BTS juga meningkatkan engagement di media sosial karena konten yang autentik cenderung lebih banyak dibagikan.

social media engagement metrics showing BTS content performance
social media engagement metrics showing BTS content performance

Konteks Digital: Mengapa BTS Menonjol

Di era digital, audiens menginginkan konten yang autentik dan transparan. BTS memenuhi kebutuhan ini dengan menunjukkan realitas di balik konten yang dipoles. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube sangat cocok untuk BTS karena formatnya mendukung konten candid dan storytelling visual.

Kesalahan Umum dalam Memahami Konteks BTS

Pemula sering berpikir BTS hanya cocok untuk industri film atau brand besar. Padahal, bisnis kecil, startup, content creator individu, dan brand lokal bisa memanfaatkan BTS untuk membangun komunitas dan meningkatkan visibility. BTS tidak memerlukan budget besar—smartphone dan kreativitas sudah cukup untuk memulai.


Miskonsepsi dan Kesalahan Umum

Kesalahpahaman yang Sering Terjadi

1. BTS adalah konten tidak profesional dan asal-asalan
Realitas: BTS yang efektif memerlukan perencanaan, teknik pengambilan gambar yang baik, dan editing yang rapi. BTS profesional bisa menjadi aset branding yang sangat berharga.

2. BTS memerlukan peralatan mahal dan canggih
Realitas: Banyak BTS sukses dibuat dengan smartphone dan peralatan dasar. Yang penting adalah storytelling dan momen yang ditangkap, bukan hanya kualitas kamera.

3. BTS mengalihkan perhatian dari konten utama
Realitas: BTS justru memperkuat konten utama dengan memberikan konteks dan membangun koneksi emosional. Audiens yang melihat BTS cenderung lebih menghargai konten final.

4. BTS hanya untuk industri film dan production house besar
Realitas: Semua jenis brand dan creator bisa memanfaatkan BTS—dari fashion brand, cafe, startup tech, hingga seniman independen.

5. BTS tidak perlu direncanakan, cukup rekam saja prosesnya
Realitas: BTS yang baik memerlukan shot list, pemahaman tentang angle yang menarik, dan strategi storytelling untuk membuat konten yang engaging.

6. BTS hanya berupa video panjang yang membosankan
Realitas: BTS bisa dikemas dalam format pendek, highlight reel, atau snippet untuk media sosial. Kreativitas dalam editing membuat BTS tetap menarik.

7. BTS tidak perlu audio yang baik
Realitas: Audio yang jernih—baik ambient sound maupun narasi—sangat penting untuk membuat BTS lebih immersive dan profesional.


Panduan Langkah Demi Langkah Membuat BTS

Perencanaan BTS Shoot

Mulai dengan menentukan tujuan: apakah untuk menunjukkan proses kreatif, memperkenalkan tim, atau menyoroti detail produksi? Buat storyboard sederhana yang mencakup momen-momen kunci yang ingin ditangkap. Susun shot list: wide shots untuk konteks lokasi, medium shots untuk interaksi, dan close-ups untuk detail. Jangan lupa untuk merujuk pada panduan brief videografi sebagai referensi dalam menyusun konsep visual.

Tentukan content angle: apakah fokus pada tantangan yang dihadapi, keahlian khusus tim, atau aspek teknis produksi? Angle yang jelas membuat BTS lebih terarah dan engaging.

sample shot list and storyboard planning documents
sample shot list and storyboard planning documents

Pengaturan Peralatan

Untuk Pemula:

  • Smartphone dengan stabilizer atau gimbal sederhana (panduan dasar videografi untuk pemula)
  • Mikrofon eksternal (lavalier atau shotgun mic)
  • Pencahayaan alami atau ring light portable
  • Tripod dasar untuk stabilitas

Untuk Level Menengah-Lanjut:

  • Kamera mirrorless atau DSLR dengan lensa serbaguna (24-70mm)
  • Wireless microphone system untuk wawancara
  • LED panel lights untuk pencahayaan tambahan
  • Slider atau gimbal motorized untuk dynamic shots
comparison of beginner vs professional videography equipment setup
comparison of beginner vs professional videography equipment setup

Teknik Pengambilan Gambar

Candid Shots: Tangkap momen spontan tanpa staging berlebihan. Biarkan subjek berinteraksi secara natural. Gunakan focal length yang lebih panjang (50mm atau lebih) untuk menangkap candid dari jarak yang tidak mengganggu.

B-Roll: Rekam detail-detail seperti peralatan, setup, gerakan tangan, ekspresi wajah, dan lingkungan kerja. B-roll ini penting untuk editing dan memberikan variasi visual.

Angle Kreatif: Jangan hanya dari eye level—coba low angle untuk memberikan kesan powerful, high angle untuk konteks ruangan, atau Dutch angle untuk momen dramatis.

Wawancara Mini: Tanyakan pertanyaan terbuka kepada tim tentang proses, tantangan, atau apa yang mereka sukai dari proyek ini. Wawancara menambah dimensi personal pada BTS.

Editing dan Post-Production

Gunakan software editing seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, atau DaVinci Resolve. Untuk pemula, CapCut atau iMovie sudah cukup.

Struktur Editing:

  • Opening: Tunjukkan konteks proyek (2-5 detik)
  • Development: Proses kerja, interaksi, tantangan (bulk konten)
  • Climax: Momen penting atau pencapaian
  • Closing: Hasil akhir atau refleksi tim

Tambahkan musik latar yang sesuai dengan mood—upbeat untuk energi positif, atau ambient untuk suasana fokus. Pastikan musik tidak mengalahkan dialog atau ambient sound. Gunakan color grading untuk konsistensi visual dan menambah profesionalisme.


Perbandingan Gaya dan Peralatan

Gaya Video: BTS vs Dokumenter vs Promosi

BTS: Fokus pada proses, candid, autentik, menunjukkan di balik layar. Cocok untuk branding dan transparansi.

Dokumenter: Naratif terstruktur, informatif, sering menggunakan narasi voiceover. Cocok untuk edukasi dan storytelling mendalam.

Promosi: Dipoles maksimal, fokus pada hasil akhir dan keunggulan produk. Cocok untuk marketing dan advertising.

Peralatan Dasar vs Lanjutan

Item Budget Rendah Budget Menengah Budget Tinggi
Kamera Smartphone Mirrorless entry Cinema camera
Stabilisasi Tripod basic Gimbal 3-axis Motorized slider
Audio Mic HP eksternal Wireless lav mic Boom mic + recorder
Lighting Natural light LED panel 2-3 unit Full lighting kit
Yang terpenting: mulai dengan apa yang kamu punya. Smartphone modern sangat capable untuk BTS berkualitas, terutama jika dikombinasikan dengan pencahayaan baik dan storytelling yang solid.

Studi Kasus Aplikasi Nyata

Startup Brand Launch: Rekam sesi brainstorming tim, sketching logo, diskusi tentang nilai brand. Tunjukkan passion dan dedikasi pendiri. BTS ini membangun kredibilitas dan menarik early adopters.

Fashion Photoshoot: Dokumentasikan proses styling, makeup, interaksi photographer dengan model, dan setup lighting. BTS ini meningkatkan engagement di Instagram dan memberikan konten tambahan untuk multi-post campaign.

Event Production: Rekam persiapan venue, technical setup sound system, briefing tim, hingga momen-momen candid saat event berlangsung. BTS ini menunjukkan profesionalisme dan bisa digunakan sebagai portfolio untuk klien masa depan.

Produk Artisan: Tunjukkan detail proses crafting—pemilihan bahan, teknik pembuatan, quality control. BTS ini menyoroti keahlian dan justifikasi harga premium produk handmade.

examples of successful BTS content across different industries
examples of successful BTS content across different industries

Checklist Praktis

Perencanaan:

  • Tentukan tujuan dan pesan BTS
  • Buat shot list sederhana
  • Survey lokasi dan pencahayaan
  • Koordinasi dengan tim tentang timing pengambilan BTS

Peralatan:

  • Kamera atau smartphone terisi penuh
  • Mikrofon eksternal dan backup battery
  • Tripod atau stabilizer
  • Pencahayaan tambahan jika diperlukan
  • Memory card dengan kapasitas cukup

Saat Shooting:

  • Rekam establishing shots lokasi
  • Tangkap momen candid dan interaksi tim
  • Ambil banyak B-roll detail
  • Lakukan mini interview jika memungkinkan
  • Cek audio dan fokus secara berkala

Post-Production:

  • Pilih footage terbaik
  • Susun narrative arc yang jelas
  • Tambahkan musik dan color grading
  • Export dalam format dan resolusi yang sesuai platform
  • Buat caption dan hashtag untuk distribusi

FAQ

Apa itu BTS Videografi dan mengapa penting untuk branding?

BTS Videografi adalah konten video yang menampilkan proses di balik layar produksi. Penting untuk branding karena membangun kepercayaan, transparansi, dan koneksi emosional dengan audiens.

Bagaimana cara menentukan angle yang tepat untuk BTS?

Fokus pada proses kreatif, dinamika tim, atau tantangan yang dihadapi. Gunakan kombinasi wide shots untuk konteks, medium shots untuk interaksi, dan close-ups untuk detail. Pilih angle yang mendukung story yang ingin diceritakan.

Peralatan apa yang dibutuhkan untuk memulai BTS videografi?

Pemula bisa mulai dengan smartphone, mikrofon eksternal sederhana, dan tripod dasar. Yang terpenting adalah storytelling dan momen yang ditangkap, bukan hanya peralatan mahal.

Bagaimana mengintegrasikan BTS ke dalam portfolio dan strategi branding?

Gunakan BTS sebagai konten pendukung di website portfolio, media sosial, dan presentasi klien. Hal ini dapat ditemani dengan cara membuat portofolio videografi yang profesional sehingga portfolio kamu menjadi lebih menarik.

Apa kesalahan umum pemula dalam produksi BTS?

Tidak merencanakan shot list, audio yang buruk, terlalu banyak footage tanpa fokus cerita, dan tidak mempertimbangkan pencahayaan. Hindari dengan perencanaan matang dan fokus pada storytelling.

Berapa durasi ideal untuk video BTS?

Tergantung platform: 30-60 detik untuk Instagram/TikTok, 2-3 menit untuk YouTube, atau 5-10 menit untuk portfolio website. Sesuaikan dengan platform dan attention span audiens.

Apakah perlu menambahkan narasi atau text overlay?

Tidak wajib, tapi bisa sangat membantu. Narasi memberikan konteks tambahan, sementara text overlay berguna untuk platform yang sering ditonton tanpa suara seperti Instagram feed.

Bagaimana cara membuat BTS tetap menarik tanpa membosankan?

Gunakan variasi shot, pace editing yang dinamis, pilih momen-momen terbaik, dan tambahkan musik yang sesuai. Jangan takut memotong footage yang kurang menarik.

Kapan waktu terbaik merekam BTS?

Selama proses pre-production (planning, setup), production (saat shooting utama), dan post-production (editing, review). Masing-masing fase memiliki momen unik yang menarik untuk didokumentasikan.

Bagaimana mengukur keberhasilan BTS dalam kampanye branding?

Lacak metrik engagement (likes, comments, shares), growth followers, feedback audiens, dan conversion jika ada CTA. Bandingkan performa BTS dengan konten regular untuk melihat dampaknya.


Ringkasan

  • BTS Videografi adalah dokumentasi proses di balik layar yang dikurasi untuk storytelling dan branding, bukan sekadar rekaman casual
  • Perencanaan penting: tentukan tujuan, buat shot list, dan pahami content angle sebelum shooting
  • Peralatan tidak harus mahal: smartphone dengan mikrofon eksternal sudah cukup untuk memulai
  • Storytelling adalah kunci: struktur narrative yang jelas membuat BTS lebih engaging daripada sekadar footage acak
  • Candid shots dan B-roll memberikan autentisitas dan variasi visual yang penting untuk editing
  • Audio berkualitas sama pentingnya dengan visual—investasi mikrofon eksternal sangat worth it
  • BTS membangun kepercayaan dengan menunjukkan transparansi dan sisi manusiawi brand
  • Editing profesional dengan color grading dan musik yang tepat meningkatkan nilai produksi BTS
  • Semua brand bisa memanfaatkan BTS—tidak hanya untuk production house atau industri film besar
  • Multi-platform distribution: sesuaikan durasi dan format BTS dengan karakteristik setiap platform media sosial

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dalam panduan ini, kamu bisa menciptakan BTS videografi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif untuk branding dan storytelling.

Related Ideas

Don't forget to share this post!

0

Subtotal