Memahami cahaya masuk ke kamera melalui lensa, aperture, dan shutter: Panduan praktis untuk mengontrol eksposur, kedalaman bidang, dan gerakan

Table of Contents

Cover Image


Estimasi waktu baca: 6 menit

Key Takeaways

  • Lensa mengumpulkan dan memfokuskan cahaya agar terbentuk bayangan pada sensor atau film.
  • Aperture mengontrol jumlah cahaya dan kedalaman bidang; shutter mengatur durasi paparan dan gerakan.
  • Kombinasi lensa, aperture, shutter (dan ISO) menentukan eksposur dan tampilan akhir foto.

Pendahuluan

Kamera adalah alat optik yang menangkap gambar dengan memanfaatkan cahaya. Cahaya dari objek masuk lewat lensa, diatur oleh aperture dan shutter, lalu membentuk gambar di sensor atau film.

Pemahaman tentang bagaimana cahaya masuk lewat lensa, aperture, dan shutter penting agar hasil foto tidak terlalu gelap, terlalu terang, kabur, atau tidak fokus.

Why it matters:

Kalau kamu paham prinsip kerja kamera, kamu bisa memilih pengaturan yang tepat lebih cepat—misal kapan pakai mode manual, kapan pakai auto.

Sumber: Kampus Kita — Prinsip kerja kamera

Prinsip kerja kamera — ringkasan

Secara singkat: cahaya memantul dari objek, lensa mengumpulkan dan memfokuskan cahaya itu, lalu bayangan jatuh ke sensor atau film. Sensor mengubah cahaya jadi sinyal lalu menjadi file gambar pada kamera digital.

Langkah dasar:

  • Cahaya memantul dari objek menuju kamera.
  • Lensa mengumpulkan berkas cahaya dan memfokuskan sehingga membentuk bayangan nyata di belakang lensa.
  • Bayangan jatuh ke sensor (digital) atau film (analog) dan tersimpan sebagai gambar.
  • Aperture, shutter, fokus, dan ISO mengontrol hasil akhir.

Contoh: saat memotret teman di taman, cahaya matahari mengenai wajah, lensa memfokuskan, dan sensor merekam intensitas serta warna.

Sumber: Kumparan — Cara kerja kamera digital

Jalannya sinar pada kamera

Ikuti perjalanan sinar dari objek sampai menjadi gambar akhir. Proses utama: pemantulan, pengumpulan oleh lensa, fokus, dan perekaman di sensor/film.

1) Cahaya mengenai objek dan dipantulkan ke lensa

Sumber cahaya (matahari, lampu) menyinari objek. Sebagian cahaya dipantulkan ke arah kamera. Warna dan bahan objek menentukan seberapa banyak cahaya dipantulkan.

2) Lensa mengumpulkan dan memfokuskan cahaya

Lensa adalah pintu masuk cahaya. Ia membelokkan berkas cahaya sehingga bertemu pada permukaan sensor dan membentuk bayangan yang biasanya terbalik.

3) Cahaya diteruskan ke sensor atau film

Pada kamera digital, sensor (CCD/CMOS) mengubah cahaya jadi sinyal listrik. Sistem elektronik lalu memproses sinyal menjadi file gambar seperti JPEG atau RAW.

Sumber: Fisipol UMA — Cara kerja kamera (edukasi)

Aperture (Diafragma)

Aperture adalah lubang di dalam lensa yang ukurannya bisa diubah. Fungsi utamanya: mengontrol jumlah cahaya yang masuk dan memengaruhi kedalaman bidang (depth of field).

Apa pengaruhnya?

  • Aperture besar (angka f kecil, misal f/1.8) → lebih banyak cahaya masuk, DOF sempit, latar belakang blur (bokeh).
  • Aperture kecil (angka f besar, misal f/16) → sedikit cahaya masuk, DOF luas, cocok untuk lanskap.
Pro tip:

Kalau mau background blur, pilih lensa dengan aperture besar (angka f kecil) dan berdiri dekat dengan subjek. Ini cara simpel untuk mendapatkan efek bokeh.

Cara membaca angka f: f/1.4, f/1.8 → lebar; f/8–f/16 → sempit. Aperture lebar membutuhkan shutter lebih cepat agar tidak overexposed.

Sumber: Baraja Foto — Lensa & fungsi

Shutter (Rana)

Shutter mengatur berapa lama sensor atau film terekspos cahaya. Kecepatan shutter menentukan apakah gerakan akan tampak beku atau blur.

Contoh pengaturan:

  • Kecepatan tinggi (misal 1/1000 detik) → membekukan gerak cepat.
  • Kecepatan rendah (misal 1/2 detik atau beberapa detik) → menciptakan efek gerak seperti air halus atau jejak lampu.

Checklist singkat:

  • Objek bergerak cepat → naikkan kecepatan shutter.
  • Kondisi minim cahaya → pakai shutter lebih lama + tripod.
  • Tidak ingin tripod dan subjek bergerak → naikkan ISO sebagai kompromi.

Sumber: Baraja Foto — Shutter & eksposur

Integrasi lensa, aperture, dan shutter

Ketiganya bekerja bersama: lensa mengumpulkan cahaya, aperture mengatur jumlahnya, shutter mengatur durasinya. ISO menambah sensitivitas sensor sebagai komponen elektronik tambahan.

Contoh skenario

Minim cahaya: gunakan aperture lebar, shutter lebih lama (plus tripod), atau naikkan ISO jika tidak ingin tripod.

Olahraga siang hari: shutter cepat (misal 1/1000 s), aperture menyesuaikan (f/4–f/5.6), ISO rendah bila cukup cahaya.

Pemandangan: aperture kecil (f/11–f/16) untuk DOF luas—pakai tripod jika shutter menjadi lambat.

Watch out:

Memperbesar aperture dan memperlambat shutter sekaligus di kondisi gelap bisa menyebabkan foto terlalu terang atau blur. Periksa histogram atau layar kamera.

Sumber: Kumparan — Integrasi pengaturan kamera

Tips dan checklist praktis

Gunakan checklist ini sebagai panduan cepat di lapangan.

  • Cek arah, intensitas, dan warna cahaya sebelum memotret.
  • Atur aperture untuk DOF yang diinginkan.
  • Pilih shutter sesuai gerakan objek.
  • Sesuaikan ISO untuk eksposur yang pas tanpa terlalu banyak noise.
  • Gunakan tripod saat shutter lambat.
  • Periksa fokus dan exposure compensation bila perlu.

Tips cepat:

  • Spot metering untuk subjek kontras tinggi.
  • Pelajari histogram untuk menghindari highlights terpotong.
  • Pilih lensa prime untuk bokeh, wide untuk lanskap.

Sumber: Baraka UMA — Tips & praktik

Conclusion

Inti dari prinsip kerja kamera adalah kontrol cahaya: lensa mengumpulkan, aperture menentukan jumlah dan DOF, shutter menentukan durasi paparan, dan sensor merekam informasi menjadi gambar.

Memahami jalannya sinar membantu memilih pengaturan yang sesuai untuk potret, lanskap, olahraga, atau long exposure. Latihan langsung memberikan pemahaman terbaik.

Sumber: Kampus Kita — Ringkasan prinsip kerja

FAQ

Mengapa bayangan di sensor terbalik tidak mengganggu?

Sensor merekam intensitas dan warna, bukan orientasi. Kamera atau perangkat lunak membalik gambar menjadi normal saat ditampilkan.

Bagaimana memilih antara menaikkan ISO atau memperlambat shutter?

Pilih shutter lebih lama jika subjek statis dan pakai tripod. Jika subjek bergerak atau tidak ada tripod, naikkan ISO dengan mempertimbangkan noise yang muncul.

Sumber & Referensi

  1. Kampus Kita — Prinsip kerja kamera
  2. Scribd — Prinsip kerja kamera digital
  3. Kumparan — Cara kerja kamera digital
  4. Baraja Foto — Kenapa kamera bisa menghasilkan foto
  5. Liputan6 — Cara kerja kamera dan proses pengambilan gambar
  6. FisikABC — Penjelasan dasar kamera
  7. Fisipol UMA — Cara kerja kamera (edukasi)
  8. Baraka UMA — Cara kerja kamera dalam menangkap objek

Related Ideas

Don't forget to share this post!

0

Subtotal