Estimasi waktu baca: 7 menit
Key Takeaways
- Pilih background polos (biru/merah/putih) sesuai aturan perusahaan untuk kesan profesional.
- Gunakan pencahayaan depan, kamera sejajar mata, dan pakaian yang kontras dengan latar.
- Simpan versi digital berkualitas tinggi dengan penamaan file rapi untuk pengiriman.
Pendahuluan: kenapa background foto lamaran kerja penting
Foto lamaran kerja adalah elemen visual pertama yang dinilai HR saat membuka berkasmu. Background yang tepat membantu recruiter fokus pada wajah, ekspresi, dan penampilan — bukan gangguan di belakang.
Background rapi dan polos memperkuat kesan profesional dan menunjukkan niat serius pelamar. Foto yang baik dapat meningkatkan peluang lolos seleksi administrasi.
Sumber: Glints — Foto lamaran kerja
Hubungan background foto untuk melamar kerja dan kesan pertama
Background menentukan fokus visual pertama: apakah tampak profesional atau berantakan. Warna netral dan latar polos membuat wajahmu menjadi titik perhatian utama.
Recruiter menilai kerapian dokumen secara cepat. Background yang sesuai memberi sinyal bahwa kamu memahami tata cara profesional. Sebaliknya, latar ramai bisa mengalihkan perhatian meski CV kuat.
Background polos membuat perhatian rekruter langsung ke ekspresi wajah dan pakaian formalmu — dua hal penting untuk penilaian awal.
Sumber: Orami — Foto formal
Sumber: Glints — Foto lamaran kerja
Standar warna background foto lamaran kerja sesuai industri
Di Indonesia ada kebiasaan warna background yang sering dipakai: biru dan merah adalah dua warna paling umum untuk foto pas. Putih atau warna netral cocok untuk perusahaan non-pemerintahan dan startup.
Ringkasan umum:
- Biru polos: sering dipakai untuk pelamar yang lahir tahun genap.
- Merah polos: sering dipakai untuk pelamar yang lahir tahun ganjil.
- Putih/abu-abu muda: pilihan aman bila perusahaan tidak menetapkan warna.
Catatan: beberapa instansi punya ketentuan warna sendiri — selalu cek pengumuman resmi. Industri kreatif lebih fleksibel tetapi tetap utamakan latar polos dan rapi.
Jangan pakai kemeja putih kalau background putih. Kontras rendah membuat wajahmu “hilang” di foto.
Tidak ada perbedaan aturan warna antara pria dan perempuan; yang penting adalah kontras antara pakaian dan latar agar wajah terlihat jelas.
Sumber: Orami — Panduan warna
Sumber: Glints — Standar foto lamaran
Cara foto sendiri untuk pas foto lamaran kerja — langkah lengkap
Kamu bisa membuat pas foto sendiri jika mengikuti langkah yang benar. Hasilnya bisa mirip studio dengan persiapan sederhana.
Langkah praktis
- Siapkan background polos: kain, karton besar, atau dinding cat rata (biru/merah/putih sesuai kebutuhan).
- Pilih waktu dengan cahaya baik, misal pagi atau sore dekat jendela untuk cahaya alami.
- Pasang kamera/ponsel di tripod sejajar mata.
- Berdiri atau duduk tegak, bahu rileks, beri ruang 1–2 cm di atas kepala.
- Ekspresi netral atau senyum tipis; ambil beberapa cadangan dari jarak berbeda.
- Pilih foto terbaik, crop sesuai ukuran (3×4 atau 4×6).
Peralatan yang disarankan
- Kamera ponsel resolusi tinggi atau kamera digital.
- Tripod atau penyangga untuk stabilitas.
- Ring light atau lampu putih bila cahaya alami minim.
- Backdrop polos sesuai warna yang diminta.
Tips pencahayaan dan penempatan
Gunakan cahaya depan yang merata. Hindari lampu kuning. Sumber cahaya idealnya sedikit di atas dan di depan untuk mengurangi bayangan pada wajah.
Kamera sejajar mata; jangan ambil foto dari sudut tinggi atau rendah karena mengubah proporsi wajah.
Gunakan satu sumber cahaya utama di depan dan satu reflektor (mis. kain putih) di bawah untuk mengurangi bayangan.
Sumber: Orami — Cara foto pas
Sumber: Glints — Panduan praktis
Contoh foto lamaran kerja — ukuran dan komposisi foto 4×6, full body, dan lainnya
Foto 4×6 (setengah badan)
Ukuran: 4 x 6 cm. Komposisi: kepala hingga dada, kepala mengisi 60–70% frame. Pose tegak, pandang kamera, ekspresi netral atau ramah. Cocok untuk lampiran CV umum.
Foto full body
Cetak biasanya 3R/4R. Komposisi: seluruh tubuh dari kepala hingga kaki; digunakan bila posisi meminta penilaian postur seperti hospitality atau penerbangan.
Tips khusus untuk perempuan
Makeup natural, pakaian formal (blazer/kebaya kerja bila diminta), rambut rapi. Jika memakai hijab, pilih warna yang kontras dengan background.
Alternatif: foto setengah badan atau close-up
Foto setengah badan fokus pada kepala, leher, dan pundak. Close-up menunjukkan wajah hingga bahu — gunakan jika sesuai permintaan.
Ukuran yang paling sering diminta: 3×4 cm dan 4×6 cm. Pastikan resolusi tinggi agar tidak blur saat dicetak atau diunggah.
Sumber: Kitalulus — Jenis foto
Sumber: Cakap Blog — Ukuran foto
Ukuran foto lamaran kerja — format cetak dan digital
Mengetahui ukuran yang sering dipakai penting agar hasil sesuai permintaan HR.
- 3×4 cm: sering dipakai untuk dokumen formal.
- 4×6 cm: umum untuk lampiran lamaran pekerjaan.
- 2×3 cm: kadang untuk identitas lain, tidak umum sebagai lampiran utama.
- 3R/4R: ukuran foto cetak untuk full body bila diminta.
Tips format digital: gunakan minimal 300 dpi untuk cetak. Untuk upload JPEG/PNG, ukuran sisi pendek 600–1200 px agar tidak pecah saat di-zoom.
Simpan versi digital dengan nama file rapi: Nama_Departemen_Ukuran.jpg (mis. Ani_Sales_4x6.jpg).
Sumber: Kitalulus — Ukuran & format
Sumber: Cakap Blog — Standar ukuran
Persiapan dan penampilan saat mengambil foto lamaran kerja
Penampilan di foto memberi sinyal profesionalisme. Perhatikan detail kecil agar hasil sempurna.
Grooming singkat
- Rambut rapi, kuku bersih, hindari aksesori berlebihan.
- Perempuan: makeup natural; pria: cukur rapi bila perlu.
- Hindari pola kecil dan ramai yang bisa menjadi distraksi pada ukuran kecil.
Full body vs setengah badan
Pilih setengah badan (3×4 atau 4×6) kecuali perusahaan meminta full body. Full body umumnya untuk posisi yang menilai postur.
Pakaian yang disarankan
Pakaian formal: kemeja putih polos, blazer, atau batik resmi sesuai budaya perusahaan. Hindari logo mencolok atau warna sama dengan background. Dasi opsional untuk pria; blazer untuk perempuan memberi kesan profesional.
Hindari pakaian bermotif kecil yang bisa terlihat berisik saat dicetak kecil (mis. 3×4).
Sumber: Glints — Penampilan & grooming
Tips dan trik untuk foto lamaran kerja yang sukses
Checklist cepat sebelum foto memastikan hasil siap pakai:
- Background sesuai warna yang diminta.
- Pakaian kontras dengan background.
- Pencahayaan merata tanpa bayangan kuat.
- Kamera sejajar mata dan stabil.
- Ekspresi netral atau senyum ringan; foto tajam dan crop rapi.
Salah umum dan solusi
- Latar ramai → gunakan kain/dinding polos.
- Pakaian serupa warna background → ganti warna baju.
- Foto blur atau miring → pakai tripod/penyangga.
- Ekspresi terlalu kaku atau santai → pilih ekspresi natural.
Ambil 10 foto dalam satu sesi; pilih 2–3 terbaik untuk dicetak atau diunggah.
Sumber: Kitalulus — Checklist foto
Sumber: Glints — Kesalahan umum
Kesimpulan
Background foto lamaran kerja adalah bagian dari pesan profesional yang kamu kirim ke HR. Pilih warna, ukuran, dan penampilan yang sesuai untuk meningkatkan peluang dipanggil wawancara.
Ringkasan praktis:
- Cek aturan perusahaan terlebih dahulu; ikuti ketentuan warna/ukuran jika ada.
- Jika tidak ada aturan: pilih putih atau warna netral yang kontras dengan pakaian.
- Gunakan pencahayaan baik, kamera sejajar mata, dan ekspresi natural.
- Simpan versi digital berkualitas tinggi dan beri nama file yang rapi.
Praktekkan langkah di atas — dan semoga foto lamaran kerja-mu memperkuat peluang mendapat panggilan wawancara.
FAQ
Apa warna terbaik jika perusahaan tidak menentukan?
Pilih putih atau abu-abu muda karena netral dan mudah dikombinasikan. Pastikan pakaianmu kontras agar wajah tetap terlihat jelas.
Bagaimana cara crop foto untuk ukuran 4×6?
Crop sehingga kepala hingga dada terlihat, beri ruang 1–2 cm di atas kepala. Kepala sebaiknya mengisi 60–70% frame agar proporsi pas.